Manfaat Trending Topic Twitter, Facebook, dan Beragam
Sumber Online Lainnya Bagi Seorang Jurnalis
Perubahan
zaman, membuat teknologi berkembang kian pesat dewasa ini. Perkembangan
tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap pola perilaku dalam masyarakat. Salah satunya adalah dengan adanya media sosial
seperti facebook, twitter, dan sebagainya.
Trending topic seperti Twitter, Facebook dan
berbagai sumber online lainnya dalam dunia jurnalistik cukup membantu kinerja
seorang wartawan. Salah satunya adalah
untuk mengetahui topik, informasi, atau berita yang sedang banyak dibicarakan
oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat pengguna media online. Sehingga
membantu wartawan mendapatkan tema dalam peliputan berita, karena melalui
trending topik tersebut kita dapat mengetahui permasalahan apa saja yang sedang
terjadi dalam masyarakat, yang sekiranya bisa diangkat untuk layak dijadikan
sebuah pemberitaan
Sebagai contoh beberapa pekan
lalu, dunia maya dihebohkan oleh sehelai gaun yang menjadi polemik di seluruh
dunia.Gaun biru hitam atau putih emas, itu adalah pertanyaan bagi setiap orang
yang melihatnya. Dari trending topic tersebut, jurnalis mempunyai ide untuk
mengangkat berita dari kejadian tersebut. Karena saking banyaknya orang yang
berdebat akan warna gaun tersebut. Dengan ini sudah terbukti bahwa Trending
topic twitter, top news di facebook, dan beragam sumber online lainnya membantu
jurnalis melakukan pekerjaannya.
The End Of Fortress Journalism
Jika saya mengartikan The End Of Fortress
Journalism kurang lebih artinya adalah wartawan berkembang dengan pola pikir
benteng.
Seorang wartawan dalam bekerja dibawah pengawasan
sebuah lembaga dimana dia bekerja. Dalam organisasinya itulah mereka melindungi
kinerja wartawan dan menanggung resikonya, baik dalam masalah hukum, fisik atau
dengan otoritas organisasi berita akan melindungi dan mendukung. Dalam kesehariannya,
mereka berlomba-lomba dengan wartawan lainnya dalam mencari berita. Pemikirannya
yang disebut benteng tadi menjadikan resah sehingga merubah pola pikir dalam
sebuah budaya jurnalisme.
Lembaga media massa sekarang ini akrab dengan tekanan
ekonomi baik di sektor publik atau swasta yang membuat biaya dari benteng tidak
berkelanjutan. Biaya dari bangunan legal, mesin cetak, studio dan segala
dukungan struktural lain dari benteng terbukti terlalu mahal untuk pendapatan
yang kini dapat dihasilkan.
Junalisme internet bisa menjadi faktor utama
dalam runtuhnya dunia bisnis. Media online adalah salah satu penyebab utama
terkikisnya budaya jurnalisme ini.dengan adanya internet, pembaca media cetak
berlomba-lomba berpindah untuk mendapatkan informasi yang lebih praktis, mudah,
dan murah, diabanding harus membeli media cetak untuk sekali baca, yang dirasa
kurang praktis.
Citizen Journalis dan Hubungannya dengan Medium is The Message
Konvergensi
Media Mempengaruhi Kerja Jurnalis
Konvergensi media adalah bergabungnya
berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya,
komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal.
Konvergensi media memungkinkan para
profesional di bidang media massa untuk menyampaikan berita dan menghadirkan
informasi dan hiburan, dengan menggunakan berbagai macam media.
Komunikasi yang sudah dikonvergensikan menyediakan
berbagai macam alat untuk penyampaian berita, dan memungkinkan konsumen untuk
memilih tingkat interaktivitasnya, seraya mereka bisa mengarahkan sendiri
penyampaian kontennya.
Konvergensi media memungkinkan
audiens media massa untuk berinteraksi dengan media massa dan bahkan sebagai
pengisi konten media massa itu sendiri. Audiens sekarang dapat mengontrol kapan,
di mana dan bagaimana mereka mengakses dan berhubungan dengan informasi, dalam
berbagai jenisnya.
Konvergensi media ini menandai
memudarnya media lama seperti media cetak dan media siar, serta bangkitnya
media baru, yang perkembangannya masih berlangsung dinamis sampai saat
ini.
Hal ini pula yang mempengaruhi
kinerja jurnalis dalam mencari berita. Kini dalam menyampaikan berita, informasi
dan hiburan, jurnalis menggunakan berbagai macam media. Dalam penulisannya gaya
bahasa pun menjadi berubah, bukan lagi tergantung pada siapa sasaran
pembacanya, tetapi lebih menekankan pada media yang digunakannya. Dengan
kondisi yang seperti ini menjadikan jurnalis harus bekerja lebih keras lagi,
karena dituntut harus bisa dan tahu cara penggunaan berbagai macam media baru,
dan bukan hanya itu jurnalis juga dituntut bagaimana caranya agar berita yang
dibuatnya bisa diakses oleh audiensnya dengan mudah.
Citizen Journalis dan Hubungannya dengan Medium is The Message
Citizen Journalis (Jurnalisme Warga) adalah warga biasa yang melakukan
fungsi seperti layaknya seorang jurnalis dalam mencari berita, atau informasi
yang kemudian disebarkan melalui media baru, yaitu internet.
Dengan berkembangnya
citizen journalis menjadikan warga aktif dalam kaitannya dengan pemberitaan
sehari-hari. Karena mereka mempunyai kesempatan luas dalam menentukan agenda
pemberitaan, mempengaruhi kebijakan, sampai menyuarakan aspirasinya.
Kaitanya dengan medium is the message yaitu bahwa
media tidak hanya mempengaruhi masyarakat dari konten yang disampaikan melalui media, tetapi juga oleh karakteristik media itu
sendiri. Pesan yang
disampaikan dalam suatu media dapat mengubah kondisi masyarakat. Dengan
hadirnya new media memudahkan citizen journalis dalam mengapresiasikan dirinya
untuk menyampaikan pesan dan dapat mengubah kondisi masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar