Kamis, 16 April 2015

UTS



Manfaat Trending Topic Twitter, Facebook, dan Beragam Sumber Online Lainnya Bagi Seorang Jurnalis 

Perubahan  zaman, membuat teknologi berkembang kian pesat dewasa ini. Perkembangan tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap pola perilaku dalam masyarakat. Salah  satunya adalah dengan adanya media sosial seperti facebook, twitter, dan sebagainya.

Trending topic seperti Twitter, Facebook dan berbagai sumber online lainnya dalam dunia jurnalistik cukup membantu kinerja seorang  wartawan. Salah satunya adalah untuk mengetahui topik, informasi, atau berita yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat pengguna media online. Sehingga membantu wartawan mendapatkan tema dalam peliputan berita, karena melalui trending topik tersebut kita dapat mengetahui permasalahan apa saja yang sedang terjadi dalam masyarakat, yang sekiranya bisa diangkat untuk layak dijadikan sebuah pemberitaan
Sebagai  contoh beberapa pekan lalu, dunia maya dihebohkan oleh sehelai gaun yang menjadi polemik di seluruh dunia.Gaun biru hitam atau putih emas, itu adalah pertanyaan bagi setiap orang yang melihatnya. Dari trending topic tersebut, jurnalis mempunyai ide untuk mengangkat berita dari kejadian tersebut. Karena saking banyaknya orang yang berdebat akan warna gaun tersebut. Dengan ini sudah terbukti bahwa Trending topic twitter, top news di facebook, dan beragam sumber online lainnya membantu jurnalis melakukan pekerjaannya.


The End Of Fortress Journalism

Jika saya mengartikan The End Of Fortress Journalism kurang lebih artinya adalah wartawan berkembang dengan pola pikir benteng. 

Seorang wartawan dalam bekerja dibawah pengawasan sebuah lembaga dimana dia bekerja. Dalam organisasinya itulah mereka melindungi kinerja wartawan dan menanggung resikonya, baik dalam masalah hukum, fisik atau dengan otoritas organisasi berita akan melindungi dan mendukung. Dalam kesehariannya, mereka berlomba-lomba dengan wartawan lainnya dalam mencari berita. Pemikirannya yang disebut benteng tadi menjadikan resah sehingga merubah pola pikir dalam sebuah budaya jurnalisme.

Lembaga media massa sekarang ini akrab dengan tekanan ekonomi baik di sektor publik atau swasta yang membuat biaya dari benteng tidak berkelanjutan. Biaya dari bangunan legal, mesin cetak, studio dan segala dukungan struktural lain dari benteng terbukti terlalu mahal untuk pendapatan yang kini dapat dihasilkan. 

Junalisme internet bisa menjadi faktor utama dalam runtuhnya dunia bisnis. Media online adalah salah satu penyebab utama terkikisnya budaya jurnalisme ini.dengan adanya internet, pembaca media cetak berlomba-lomba berpindah untuk mendapatkan informasi yang lebih praktis, mudah, dan murah, diabanding harus membeli media cetak untuk sekali baca, yang dirasa kurang praktis.



Konvergensi Media Mempengaruhi Kerja Jurnalis

Konvergensi media adalah bergabungnya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda (misalnya, komputer, televisi, radio, dan suratkabar), ke dalam sebuah media tunggal.
Konvergensi media memungkinkan para profesional di bidang media massa untuk menyampaikan berita dan menghadirkan informasi dan hiburan, dengan menggunakan berbagai macam media.
Komunikasi yang sudah dikonvergensikan menyediakan berbagai macam alat untuk penyampaian berita, dan memungkinkan konsumen untuk memilih tingkat interaktivitasnya, seraya mereka bisa mengarahkan sendiri penyampaian kontennya.
Konvergensi media memungkinkan audiens media massa untuk berinteraksi dengan media massa dan bahkan sebagai pengisi konten media massa itu sendiri. Audiens sekarang dapat mengontrol kapan, di mana dan bagaimana mereka mengakses dan berhubungan dengan informasi, dalam berbagai jenisnya.
Konvergensi media ini menandai memudarnya media lama seperti media cetak dan media siar, serta bangkitnya media baru, yang perkembangannya masih berlangsung dinamis sampai saat ini. 
Hal ini pula yang mempengaruhi kinerja jurnalis dalam mencari berita. Kini dalam menyampaikan berita, informasi dan hiburan, jurnalis menggunakan berbagai macam media. Dalam penulisannya gaya bahasa pun menjadi berubah, bukan lagi tergantung pada siapa sasaran pembacanya, tetapi lebih menekankan pada media yang digunakannya. Dengan kondisi yang seperti ini menjadikan jurnalis harus bekerja lebih keras lagi, karena dituntut harus bisa dan tahu cara penggunaan berbagai macam media baru, dan bukan hanya itu jurnalis juga dituntut bagaimana caranya agar berita yang dibuatnya bisa diakses oleh audiensnya dengan mudah.

Citizen Journalis dan Hubungannya dengan Medium is The Message
  


Citizen Journalis (Jurnalisme Warga) adalah warga biasa yang melakukan fungsi seperti layaknya seorang jurnalis dalam mencari berita, atau informasi yang kemudian disebarkan melalui media baru, yaitu internet.

Dengan berkembangnya citizen journalis menjadikan warga aktif dalam kaitannya dengan pemberitaan sehari-hari. Karena mereka mempunyai kesempatan luas dalam menentukan agenda pemberitaan, mempengaruhi kebijakan, sampai menyuarakan aspirasinya.

Kaitanya dengan medium is the message yaitu bahwa media tidak hanya mempengaruhi masyarakat dari konten yang disampaikan melalui media, tetapi juga oleh karakteristik media itu sendiri. Pesan yang disampaikan dalam suatu media dapat mengubah kondisi masyarakat. Dengan hadirnya new media memudahkan citizen journalis dalam mengapresiasikan dirinya untuk menyampaikan pesan dan dapat mengubah kondisi masyarakat.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar