Berprestasi tanpa henti, ya itulah
mungkin kalimat yang tepat di sandang pria kelahiran Salatiga, 18 September
1992 ini. Anak sulung dari pasangan Sumartuti dan Alm. Syaban Yuwahono yang
diberi nama lengkap Septian Luthfi Hilman Utomo ini, telah mengukir sederet
prestasi yang bisa dibilang membanggakan bagi setiap orang tua manapun.
Di sela kesibukannya berkarya, Fian tetap
aktif dalam perkuliahan dan terlihat menonjol diantara teman-temannya. Kuncinya
pandai membagi waktu antara kuliah dengan berkarya, “dua-duanya penting makanya
kita harus memberi porsi keduanya dengan seimbang”, ujar Fian. Rencananya
setelah lulus strata pertamanya di Fakultas Ilmu Komunikasi Unissula, Fian akan
melanjutkan untuk menekuni bidang marketing dan advertising, karena ia merasa
passionnya di bagian periklanan creative. Ia optimis kedepannya akan ada jalan
untuk sukses di bidang yang ia geluti
Selama kuliah, Fian telah mengikuti
beberapa ajang video contest, antara lain pernah menjadi Finalist LUMIX Photo Estafet
tahun 2011. Kemudian Favorite Winner GREENSAND Video Photo Contest.
Menjadi Ad Talent LG Video Talent Contest tahun 2010, Winner LG Video Contest Goes to
Bali 2010, dan Juara pertama Video
Contest by Korea Tourism Organization tahun 2012 dengan tema “Say Hello, Say Annyeong”.
Selain di
bidang edit video dan photography, Fian juga unggul di bidang lainnya. Menjadi Google Student Ambassador se-Asia Tenggara pada tahun 2014. Kemudian,
mengikuti Campuss
Marketeers Club Ambassador pada bulan Agustus 2014 lalu.
Pernah juga menjadi Finalist Adwar Pekan Komunikasi di Universitas Indonesia pada April 2014.
Runner Up WWF
Indonesia #SOSharks Video Competition pada Februari 2014. Menjadi Finalist Creative
Advertising Festival Kreatifa pada November
2013. Dan masih banyak prestasi lainnya, yang akan sangat panjang bila di
uraikan.
Dari
sekian deret prestasi yang membanggakan ini, “kontes yang sangat membanggakan
bagi saya dan sangat berkesan adalah ketika saya mengikuti Video
Contest by Korea Tourism. Saat itu video saya kerjakan sendiri dengan pemikiran
sendiri, dan ternyata nggak nyangka saya dapat juara satunya, sebagai hadiah
saya mendapatkan Macbook Air waktu itu”, ujar Fian ketika diwawancarai di
Kampus tercintanya, Unissula.
Banyak pelajaran menarik yang penulis
dapat ketika wawancara dengan pria sederet prestasi ini, sesuatu yang awalnya
ia lakukan dengan coba-coba kemudian ia tekuni dan akhirnya dia menemukan dunianya.
Tidak ada orang yang sukses begitu saja, dibalik semua ini, Fian juga pernah
memgalami kegagalan-kegagalan dalam berkarya. Namun dengan tekad dan kerja kerasnya,
sampailah Fian pada suatu titik keberhasilan yang bisa membuat bangga siapa
saja. Di akhir percakapan Fian juga menyisipkan
pesan bagi pembaca agar “tetap fokus dan carilah pengalaman sebanyak-banyaknya,
maka kamu akan menemukan passion yang tepat untuk dirimu”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar