Rabu, 04 Maret 2015

"Fogging Untuk Cegah DBD"



DEMAK- Fogging telah dilaksanakan di daerah Demak tepatnya di kelurahan Mangunjiwan dan Kalicilik pagi tadi (4/3/15). Fogging ini dilakukan untuk mengantisipasi mewabahnya penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk aedes aegypti. 


Sebelum korban yang berjatuhan bertambah, warga segera melakukan fogging di daerah ini. Sehingga ada istilah yang sudah mengakar pada benak masyarakat, “kalo belum ada korban berjatuhan, ya belum akan melakukan fogging, berarti tempat itu bebas dari serangan nyamuk aedes aegypti”. Inilah yang perlu menjadi koreksi, jangan sampai menunggu ada korban berjatuhan, baru dikerahkan petugas fogging, dan belum tentu suatu daerah yang tidak ada korban terbebas dari nyamuk aedes aegypti.

Apalagi di musim hujan kali ini, intesitas hujan yang turun tidak menentu, sehingga menyebabkan banyak genangan air dimana-mana. Genangan air inilah yang nantinya akan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, sebagai sumber penyakit demam berdarah. 

Kurangnya kesadaran warga untuk membersihkan lingkungan sekitar membuat nyamuk ini berkembang biak dengan cepat. Jangan selalu bergantung pada pemerintah, tapi mari jadilah warga yang cerdas dan peduli demam berdarah dengan cara 3M plus.

Upaya pencegahan 3M plus ini mengalami sedikit modifikasi dari gerakan 3M yang lama. Gerakan yang pertama yaitu :
1. Menguras, ada baiknya kita rajin menguras bak mandi dalam waktu seminggu sekali,
2. Menutup, setelah dibersihkan kita Menutup bak mandi agar kebersihan air tetap terjaga dari jentik nyamuk
3.dan yang terakhir adalah Mendaur ulang sampah, hal ini dilakukan sebagai modifikasi dari Mengubur.Kita bayangkan saja, jika sampah anorganik seperti plastik dikubur, hal itu justru akan menjadi pencemaran di lingkungan sekitar. 


Karena mencegah lebih baik daripada mengobati....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar