Selasa, 03 Maret 2015

kota lama



Kota Lama, Tetap Berdiri Tegak Seiring
berjalannya Waktu





     Kota Lama adalah salah satu kawasan wisata di daerah Semarang yang dulunya menjadi pusat perdagangan pada abad ke 19. Kota Lama termasuk salah satu daftar tempat wisata yang wajib kita kunjungi jika berwisata ke Semarang. Terletak di ujung Utara kota Semarang, tepatnya di Jalan Letjend Suprapto 50121 Semarang, telah ratusan tahun berdiri bangunan – bangunan tua megah nan kokoh peninggalan kolonial Belanda. Sekilas jika kita lihat kota ini, dan merasakan bangunan yang ada disana seolah – olah kita sedang berada di negeri Eropa. Mungkin benar kata orang menyebut Kota Lama ini sebagai “Little Netherland”.
      Konon bangunan yang terdapat di Kota Lama, di bangun pada abad ke – 18, ketika masa pemerintahan Hindia Belanda. Saat kita memasuki Kota Lama banyak gedung – gedung yang di jadikan pusat industri, diantaranya pabrik rokok Praoe Lajar, PT Telkom, Kantor Pos, dan yang tidak kalah menarik adalah kantor asuransi Jiwa Sraya, yang bangunnya masih terawat dan terlihat eksotis, terletak di pinggir jalan Kota Lama tepatnya di depan Gereja Blenduk. 

      Kantor yang saat ini ditempati oleh PT. Jiwasraya Semarang merupakan bekas gedung Nederlandsch Indische Leven Sverzeking De Lifrente Maatschaapij (NILLMI) yang dibangun dengan arsiteknya bernama Thomas pada tahun 1916. Gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor Balaikota Semarang pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Jika kita lihat sekilas gedung Jiwa Sraya ini bukan menghadap lurus ke arah jalan raya, namun serong menghadap Taman Srigunting dan Gereja Belenduk. Tujuan dari dibentuknya menghadap serong adalah karena zaman dahulu gedung ini berfungsi sebagai balai kota, sehingga dihadapkan serong untuk memudahkan memantau keadaan Taman Srigunting dan Gereja Belenduk.
      Tidak sulit untuk menuju ke Kota Lama ini, jika kita dari arah timur, di Terminal Terboyo Semarang langsung saja lurus menuju Jalan Raden Patah melewati perempatan maju sedikit, kita sudah sampai di Kota Lama. Apabila kita dari arah selatan, ketika melewati Banyumanik kemudian menuju Peterongan ke Jalan MT Haryono melewati Bundaran Mbubakan lurus ke Kota Lama. Sedangkan jika kita dari arah Barat menuju Mangkang masuk kota ke Kali Banteng setelah itu ada Bundaran Tugu Muda melewati Jalan Pemuda belok kiri ke arah Pasar Johar, maju sedikit sampai di Kota Lama. Salah satu ciri khas dari Kota Lama adalah alasnya dibuat bukan dari aspal, namun dari paving blok agar mendapat kesan suasana tempo dulu.

     Kini seiring berjalannya waktu, walaupun bangunan di Kota Lama sebagian masih ada yang terlihat kokoh dan indah namun tidak sedikit juga bangunan yang sudah mulai rapuh dimakan usia, kayu jati yang menjadi penyangga bangunan pun sudah banyak yang mengalami keropos, karena seringnya daerah Kota Lama ini terendam banjir saat musim hujan. Ditambah lagi coretan – coretan anak muda Semarang yang menghiasi dinding – dinding bangunan tua itu. Mungkin jika anak – anak muda itu diberikan sosialisasi dari pemerintah setempat, mereka bisa menyampaikan pesan yang ingin diungkapkan lewat gambar dengan baik, bukan asal coret –coret di tempat yang mengandung nilai – nilai sejarah, yang tidak mungkin bisa terulang kembali.
      Walaupun, kini Kota Lama tak seindah dulu lagi, namun  kita harus mengenang, merawat, dan yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Kota Lama ini, karena dari sinilah bermula Pusat Perdagangan yang pesat pada zamannya.  Kota Lama adalah salah satu aset berharga yang bisa dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan lagi yang berkunjung ke Kota Lama ini. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar