Senin, 16 Maret 2015

Hadirnya New Media di Era Modern



Dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, apakah koran, majalah dan media cetak lainnya akan tetap eksis atau tergusur oleh perkembangan media online?.



Banyak orang mengatakan bahwa media cetak adalah, media massa pertama dan yang paling tua dibanding media lainnya. Johannes Gutenberg pada tahun 1455 terutama di Negara Eropa menemukan media cetak untuk pertama kalinya. Dengan adanya teknologi percetakan di masa itu menciptakan momentum yang menjadikan teknologi semakin mendorong dirinya untuk berkembang lebih jauh.

Seiring perkembangan zaman banyak kaum elite yang sadar akan perlunya memliliki kemampuan membaca dan menulis. Mereka menggunakan mesin ketik dalam membuat sebuah karya tulisan, dan jika diperlukan gambar, maka dilakukan secara manual menggunakan pena.

Di era 20-an ini perkembangan media cetak telah didukung dengan teknologi yang semakin canggih. Sehingga membawa perubahan pada bagian bentuk, format, struktur, tekstur dan model dari suatu iklan, tetapi perkembangan teknologi tidak mempengaruhi isi suatu iklan yang muncul di media. Pembuatan media cetak sekarang ini lebih fokus menggunakan komputer sebagai alat utamanya, dengan berbagai macam fitur lengkap dan canggih di dalamnya.

Sekarang ini tidak dapat kita pungkiri bahwa, perkembangan media massa berbasis online terlihat semakin nyata, dan dari tahun ke tahun perkembangannya cukup pesat dalam masyarakat. Sekarang ini banyak dari kita yang menulis dalam media cetak namun, dalam bentuk online juga punya, dengan kata lain penulis punya soft copy dari sebuah tulisan yang dibuatnya. 

Sebenarnya baik media cetak maupun online memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelemahan media cetak, terletak pada kurangnya persebaran yang merata di setiap wilayah, karena sekarang ini hampir setiap daerah memiliki bacaannya sendiri (solo pos misalnya tersebar di daerah Solo dan sekitarnya saja), disamping itu biaya produksi masih cukup tinggi dalam proses pencetakan. Ruang gerak pada setiap pemberitaan yang ditulis juga tergantung ruang kolom yang disediakan.

Jika dibanding dengan media cetak, media online cukup unggul, sebagai contoh seorang blogger yang menulis sebuah artikel di media online misalnya, kemudian dalam waktu sekejab seluruh dunia bisa mengetahui dan membaca artikel tersebut, sepanjang kita terkoneksi dengan internet. Karena sebgaian orang menganggap mengelola media online lebih murah dan mudah dilakukan. Keunggulan lainnya adalah berita dapat diulas secara detail dan dilengkapi dengan gambar atau foto. Dan diakhir setiap tulisan, pembaca dapat langsung memberikan komentar tentang tulisan, atau respon terhadap berita yang disajikan penulis.

Di Indonesia sendiri, sepertinya keberadaan antara media cetak dan media online masih 50:50. Hal itu dipengaruhi karena penggunaan internet di Indonesia masih kurang efektif, jika kita perhatikan sekarang ini kebanyakan yang memegang dan mengendalikan media online adalah anak muda, sedangkan orang yang lebih tua ada, namun jarang. Mereka masih terpaku pada keadaan dimana membaca surat kabar setiap hari adalah suatu keharusan yang wajib dilakukan. Terlebih akses internet di Indonesia yang masih jauh tertinggal di banding negara lain, yang lebih maju.

Kemenkominfo mengatakan, jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini mencapai 57% penduduk, atau hampir 137 juta pengguna. Kemenkominfo berharap di akhir tahun 2015 jumlah pengguna Internet di Indonesia telah mencapai angka 150 juta orang, atau sekitar 61% dari total penduduk.

Apakah ada hubungannya dengan konvergensi media?

Konvergensi berasal dari bahasa Inggris yaitu convergence. Kata konvergensi merujuk pada dua hal/benda atau lebih bertemu dan bersatu dalam suatu titik (Arismunandar, 2006: 1).
Sehingga, konvergensi media berarti penggabungan media untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan.

Konvergensi media kini telah mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya hidup dan khalayak, yang penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan.

Misalnya surat kabar kompas sebagai contoh, dahulu kompas adalah surat kabar cetak. Namun, sekarang ini kompas telah membuat duplikatnya, menyediakan berita melalui internet agar mudah diakses dengan nama kompas.com, atau melalui media televisi dengan nama kompas tv, mungkin kurang lebih seperti itu yang disebut konvergensi media.

Kemudian apa kaitannya dengan New Media?

New media medium is the message adalah ungkapan yang diciptakan oleh Marshall McLuhan yang berarti bahwa bentuk media (medium) tersebut ada dalam pesan, sehingga menciptakan hubungan yang simbiotik dimana media dapat memberikan efek kepada masyarakat (message).

Kita sendiri sebenarnya secara tidak sadar dalam setiap hari mengalami efek dari perkembangan medium, bahkan kita menjadi aktor yang ikut berperan di dalamnya. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, membuat manusia menciptakan berbagai macam sosial media. Sebagai contoh media sosial bbm, seringkali ketika kita lapar bukan pergi ke warung untuk membeli makanan tapi malah update status “aduh udah laper aja jam segini”, seakan-akan kita menganggap orang lain itu perlu mengetahui apa yang sedang kita rasakan atau kita lakukan. Sehingga menimbulkan komentar sana sini yang dirasa membahas sesuatu yang kurang penting. Hal itu dilakukan secara berkesinambungan setiap harinya. 

Setelah mendapat perhatian dari berbagai komentar yang ada kemudian pergi ke warung membeli makan, update status lagi “otw cari makan dulu”, dan yang terakhir update foto makanan yang kita beli. Sekali lagi inilah bukti bahwa Media massa menjadi kekuatan besar yang berperan strategis dalam mempercepat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Mudah memang bergelut dengan media online, namun jika kita tidak pandai dalam mengolahnya, justru akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. 

Jadi dalam pembahasan kali ini, bisa disimpulkan bahwa lambat laun keberadaan media cetak akan menyusut dengan sendirinya, tergusur oleh media online. Entah menyusut sampai habis, atau justru dipertahankan dengan keberadaannya yang semakin langka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar