Dalam kurun waktu 5
tahun ke depan, apakah koran, majalah dan media cetak lainnya akan tetap eksis
atau tergusur oleh perkembangan media online?.
Banyak orang mengatakan bahwa
media cetak adalah, media massa pertama dan yang paling tua dibanding media lainnya.
Johannes Gutenberg pada tahun 1455 terutama di Negara Eropa menemukan media
cetak untuk pertama kalinya. Dengan adanya teknologi percetakan di masa itu menciptakan
momentum yang menjadikan teknologi semakin mendorong dirinya untuk berkembang
lebih jauh.
Seiring perkembangan zaman
banyak kaum elite yang sadar akan perlunya memliliki kemampuan membaca dan
menulis. Mereka menggunakan mesin ketik dalam membuat sebuah karya tulisan, dan
jika diperlukan gambar, maka dilakukan secara manual menggunakan pena.
Di era 20-an ini perkembangan
media cetak telah didukung dengan teknologi yang semakin canggih. Sehingga
membawa perubahan pada bagian bentuk, format, struktur, tekstur dan model dari suatu
iklan, tetapi perkembangan teknologi tidak mempengaruhi isi suatu iklan yang
muncul di media. Pembuatan media cetak sekarang ini lebih fokus menggunakan
komputer sebagai alat utamanya, dengan berbagai macam fitur lengkap dan canggih
di dalamnya.
Sekarang ini tidak dapat kita pungkiri bahwa, perkembangan
media massa berbasis online terlihat
semakin nyata, dan dari tahun ke tahun perkembangannya cukup pesat dalam
masyarakat. Sekarang ini banyak dari kita yang menulis dalam media cetak namun,
dalam bentuk online juga punya, dengan kata lain penulis punya soft copy dari
sebuah tulisan yang dibuatnya.
Sebenarnya baik media cetak maupun online memiliki
kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelemahan media cetak, terletak pada
kurangnya persebaran yang merata di setiap wilayah, karena sekarang ini hampir
setiap daerah memiliki bacaannya sendiri (solo pos misalnya tersebar di daerah
Solo dan sekitarnya saja), disamping itu biaya produksi masih cukup tinggi
dalam proses pencetakan. Ruang gerak pada setiap pemberitaan yang ditulis juga
tergantung ruang kolom yang disediakan.
Jika dibanding dengan media cetak, media online cukup
unggul, sebagai contoh seorang blogger yang menulis sebuah artikel di media
online misalnya, kemudian dalam waktu sekejab seluruh dunia bisa mengetahui dan
membaca artikel tersebut, sepanjang kita terkoneksi dengan internet. Karena sebgaian
orang menganggap mengelola media online lebih murah dan mudah dilakukan. Keunggulan
lainnya adalah berita dapat diulas secara detail dan dilengkapi dengan gambar
atau foto. Dan diakhir setiap tulisan, pembaca dapat langsung memberikan
komentar tentang tulisan, atau respon terhadap berita yang disajikan penulis.
Di Indonesia sendiri, sepertinya keberadaan antara
media cetak dan media online masih 50:50. Hal itu dipengaruhi karena penggunaan
internet di Indonesia masih kurang efektif, jika kita perhatikan sekarang ini
kebanyakan yang memegang dan mengendalikan media online adalah anak muda,
sedangkan orang yang lebih tua ada, namun jarang. Mereka masih terpaku pada
keadaan dimana membaca surat kabar setiap hari adalah suatu keharusan yang
wajib dilakukan. Terlebih akses internet di Indonesia yang masih jauh tertinggal
di banding negara lain, yang lebih maju.
Kemenkominfo mengatakan, jumlah pengguna Internet di Indonesia saat ini mencapai 57%
penduduk, atau hampir 137 juta pengguna. Kemenkominfo berharap di akhir tahun 2015 jumlah pengguna
Internet di Indonesia telah mencapai angka 150 juta orang, atau sekitar 61%
dari total penduduk.
Apakah ada
hubungannya dengan konvergensi media?
Konvergensi
berasal dari bahasa Inggris yaitu convergence. Kata konvergensi
merujuk pada dua hal/benda atau lebih bertemu dan bersatu dalam suatu titik
(Arismunandar, 2006: 1).
Sehingga,
konvergensi media berarti penggabungan media untuk digunakan dan diarahkan ke
dalam satu titik tujuan.
Konvergensi
media kini telah mengubah hubungan antara teknologi, industri, pasar, gaya
hidup dan khalayak, yang penggunaannya berdampak serius pada berbagai bidang
seperti ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan.
Misalnya surat
kabar kompas sebagai contoh, dahulu kompas adalah surat kabar cetak. Namun,
sekarang ini kompas telah membuat duplikatnya, menyediakan berita melalui
internet agar mudah diakses dengan nama kompas.com, atau melalui media televisi
dengan nama kompas tv, mungkin kurang lebih seperti itu yang disebut
konvergensi media.
Kemudian apa
kaitannya dengan New Media?
New
media medium is the message adalah ungkapan yang diciptakan oleh Marshall McLuhan yang berarti bahwa
bentuk media (medium) tersebut ada dalam pesan, sehingga menciptakan hubungan yang simbiotik dimana media dapat memberikan efek kepada masyarakat
(message).
Kita sendiri sebenarnya secara tidak sadar dalam
setiap hari mengalami efek dari perkembangan medium, bahkan kita menjadi aktor
yang ikut berperan di dalamnya.
Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, membuat manusia menciptakan
berbagai macam sosial media. Sebagai contoh media sosial bbm, seringkali ketika
kita lapar bukan pergi ke warung untuk membeli makanan tapi malah update status
“aduh udah laper aja jam segini”, seakan-akan
kita menganggap orang lain itu perlu mengetahui apa yang sedang kita rasakan
atau kita lakukan. Sehingga menimbulkan komentar sana sini yang dirasa membahas
sesuatu yang kurang penting. Hal itu dilakukan secara berkesinambungan setiap harinya.
Setelah
mendapat perhatian dari berbagai komentar yang ada kemudian pergi ke warung
membeli makan, update status lagi “otw
cari makan dulu”, dan yang terakhir update foto makanan yang kita beli. Sekali
lagi inilah bukti bahwa Media massa menjadi kekuatan besar yang berperan
strategis dalam mempercepat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Mudah
memang bergelut dengan media online, namun jika kita tidak pandai dalam
mengolahnya, justru akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Jadi dalam pembahasan kali ini, bisa
disimpulkan bahwa lambat laun keberadaan media cetak akan menyusut dengan
sendirinya, tergusur oleh media online. Entah menyusut sampai habis, atau
justru dipertahankan dengan keberadaannya yang semakin langka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar